SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukamara, terus memperkuat upaya penanganan ketenagakerjaan di tengah berbagai tantangan klasik yang masih dihadapi di daerah.
Masduki mengatakan, bahwa rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan lapangan kerja, serta dominasi sektor informal masih menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi ketenagakerjaan di Sukamara.
“Jumlah pencari kerja masih lebih besar dibandingkan lowongan yang tersedia. Ini menjadi tantangan yang terus kami carikan solusinya,” ujar Masduki.
Pemerintah Kabupaten Sukamara terus menjalankan berbagai program unggulan untuk menekan angka pengangguran, mulai dari perencanaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, penempatan tenaga kerja, hingga pemberdayaan UMKM dan promosi ekspor daerah.
“Upaya menciptakan lapangan kerja mandiri juga dilakukan melalui pelatihan kerja dan kewirausahaan, termasuk pemberdayaan 40 pemuda melalui peningkatan kapasitas usaha agar mampu membuka peluang usaha secara mandiri,” pungkasnya.
Hasilnya, tren ketenagakerjaan di Sukamara menunjukkan perbaikan, ditandai dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka dari 4,95 persen pada 2024 menjadi 4,47 persen pada 2025, serta penurunan jumlah penganggur dari 1.770 orang menjadi 1.638 orang, seiring meningkatnya jumlah penduduk bekerja dan menurunnya angka kemiskinan.(bib)





