SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menambah dukungan personel serta mendekatkan sarana pemadam ke wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang dipimpin Bupati Sukamara H. Masduki, Selasa (15/9).
Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Sukamara Sunardi dan sejumlah perangkat daerah terkait. Bupati H. Masduki mengatakan, rapat koordinasi dilakukan untuk menindaklanjuti kondisi karhutla yang belakangan mengalami peningkatan intensitas. Koordinasi teknis kembali diperkuat agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Jadi kita merapatkan secara teknis lagi. Sebelumnya sudah terbentuk tim yang lengkap, kemudian kita sinergikan lagi dan kita tambah personelnya dibantu dari beberapa dinas,” ujar Masduki.
Menurutnya, penguatan personel diperlukan agar penanganan dapat dilakukan di beberapa titik secara lebih cepat. Dengan dukungan tambahan dari perangkat daerah, penanganan karhutla diharapkan berjalan lebih maksimal. Selain personel, Pemkab Sukamara juga telah mendistribusikan peralatan pemadam ke sejumlah desa. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan maupun penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
Masduki menjelaskan, langkah tersebut dilakukan karena jarak sejumlah desa dengan pusat pemerintahan cukup jauh. Kondisi itu membuat pengiriman tim dari kabupaten membutuhkan waktu. “Dengan alat-alat desa ini bisa untuk pencegahan maupun untuk penanganan secara darurat,” katanya.
Pemkab Sukamara juga menyiapkan dua unit tangki pemadam melalui skema pinjam pakai untuk mendukung penanganan di wilayah yang jauh. Satu unit diperuntukkan bagi Dapil II yang mencakup Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai, sedangkan satu unit lainnya untuk Dapil III yang mencakup Kecamatan Permata Kecubung dan Balai Riam.
Penempatan tangki akan dilakukan di lokasi yang dinilai strategis. Dengan begitu, sarana pemadam dapat digunakan lebih dahulu untuk melakukan pencegahan maupun penanganan awal sebelum tim dari kabupaten tiba di lokasi. Masduki berharap penguatan koordinasi, penambahan personel dan pemerataan sarana pemadam dapat mempercepat penanganan karhutla di seluruh wilayah Sukamara.
“Kita akan terus semangat, terus untuk menangani karhutla yang ada di Kabupaten Sukamara,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan karhutla penting dilakukan secara bersama-sama karena dampaknya dirasakan langsung masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat mengganggu aktivitas warga dan kegiatan belajar anak-anak, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan saluran pernapasan. Karena itu, Pemkab Sukamara akan terus memperkuat sinergi seluruh unsur terkait agar karhutla dapat ditangani secara lebih cepat dan maksimal.(gum)





