SUKAMARA – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah aktivitas masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat Desa Jihing dan Desa Petarikan yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar untuk berpindah antarwilayah.
“Jembatan Perintis Garuda memberikan dampak langsung bagi warga Desa Jihing dan Desa Petarikan. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh jalur memutar,” ucapnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan mampu memangkas waktu perjalanan masyarakat sekitarsatu jam hingga satu setengah jam.
“Kehadiran jembatan ini dapat menghemat waktu perjalanan sekitar satu sampai satu setengah jam. Ini mempermudah masyarakat menuju tempat kerja, mendukung aktivitas ekonomi dan sosial, serta kegiatan lainnya,” ujarnya.
Agustiar menilai peningkatan konektivitas antarwilayah memiliki peran penting terhadap perkembangan daerah. Akses yang semakin mudah diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya membuka akses wilayah sekaligus menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Pembangunan jembatan dilakukan melalui kolaborasiKodam XXII/Tambun Bungai, Korem 102/Panju Panjung, dan Kodim 1014/Pangkalan Bun.
“Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tandasnya.(taa)





