SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara terus mengambil langkah untuk mengatasi persoalan kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Upaya tersebut dibahas melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Distribusi BBM yang dipimpin langsung Bupati Sukamara H. Masduki, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Rabu (26/8/2026).
Rakor tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan terkait. Pertemuan digelar untuk mengevaluasi kondisi distribusi BBM sekaligus merumuskan langkah penanganan agar pasokan di wilayah Kabupaten Sukamara dapat kembali berjalan secara lancar dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bupati Sukamara H. Masduki menegaskan, persoalan BBM harus ditangani secara serius dan melibatkan pengawasan dari seluruh pihak. Ia meminta agar distribusi BBM tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi.
“Kita tidak ingin ada pihak yang bermain-main dengan pasokan BBM di Sukamara. Semua harus mengikuti aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan,” tegas Masduki.
Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan mulai dari proses rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah daerah, jaringan pemasok, distributor hingga penyaluran kepada masyarakat.
“Setiap potensi penyalahgunaan harus segera ditindak agar distribusi BBM berlangsung secara adil dan tepat sasaran,” tegasnya.
Masduki juga menginstruksikan stakeholder terkait untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya penumpukan antrean yang dapat mengganggu aktivitas warga.
“Yang kita inginkan adalah pasokan kembali normal, distribusinya adil dan masyarakat mendapatkan BBM sesuai kebutuhannya. Ini menyangkut mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Sukamara,” pungkasnya.





